Pada awal mula perkembangan filsafat, banyak para filsuf yang sering mempertanyakan eksistensi segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Mencari sebuah jawaban atas adanya sesuatu sampai menemukan sebuah jawaban yang mampu dipertanggungjawabkan. Terutama filsuf-filsuf pra socratik yang sering disebut sebagai filsuf alam, di mana mereka mempertanyakan awal mulanya alam semesta dan dari mana alam semesta ini berasal. Semua itu melalui proses pergumulan dan kontemplasi yang mendalam sehingga mendapatkan sebuah jawaban atas pertanyaan tersebut.
Filsafat mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan, terutama berperan penting dalam membangun struktur keilmuan. Karena berawal dari filsafat, pengetahuan-pengetahuan yang kita ketahui hari ini muncul dan berkembang.
Filsafat meninjau dengan pertanyaan “apa itu”, “dari mana”, dan “ke mana”. Dengan pertanyaan awal inilah ilmu pengetahuan berkembang. Dalam perkembangannya, filsafat memberikan sebuah sistematika berfikir dalam memperoleh ilmu.
Adapun karakteristik berpikir kefilsafatan (filosofis) yaitu Holistik-Komprehensif (tidak sempit, berbagai sudut pandang), Radikal (mendalam/mengakar), Spekulatif, Metodis dan Sistematis, Universal, dan Rasional-Logis.
Melihat sifat filsafat yang senantiasa terus menerus bertanya, artinya berawal dari pertanyaan dan berakir dengan pertanyaan lainnya. Maka dari sifat yang terus mempertanyakan tersebut lahirlah sebuah pengetahuan. Hal ini pula yang dicontohkan oleh Socrates di Era Yunani dengan menggunakan metode pembidanan (meaeutic). Dengan pengetahuan yang mendalam lah manusia akan mampu memahami persoalan secara utuh dan melahirkan sikap bijaksana. Pengetahuan lah yang membawa manusia pada kebahagiaan.
Dengan demikian, melihat dari tinjauan, karakteristik, dan sifat filsafat tersebut mendorong lahirnya sebuah pengetahuan sebagai sebuah disiplin ilmu yang terpisah dari filsafat. Karena dalam filsafat ilmu, ilmu pengetahuan menjadi objek materialnya, sementara filsafat adalah objek formalnya.
Maka tugas filsafat ilmu lah untuk menguji bagaimana proses terbentuknya ilmu pengetahuan, syarat dan kualifikasi suatu kajian disebut ilmu pengetahuan, metode paling absah untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan berbagai perangkat analisis mengenai ilmu pengetahuan.
Lahirnya Ilmu Pengetahuan
Salah satu perkembangan dari filsafat adalah lahirnya ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dalam dinamikanya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori. Menurut Taufik Abdullah (2006: 33-34), ilmu terbagi dalam dua kategori besar, yaitu ilmu eksakta dan non eksakta. Khusus ilmu non eksakta dipilah menjadi dua: ilmu humaniora dan ilmu sosial. Ilmu yang berkaitan dengan filsafat, sastra, seni, dan bahasa dikategorikan ke dalam ilmu humaniora, sedangkan diluar itu sebagai ilmu sosial.
Helius Syamsudin juga berpendapat bahwa pengetahuan manusia (human knowledge) umunya dapat diklasifikasikan atas tiga kelompok besar, yaitu ilmu-ilmu alamiah (natural sciences), ilmu-ilmu sosial (social sciences)¸ dan ilmu-ilmu kemanusiaan (humanities). Ilmu alamiah mengkaji lingkungan hidup, ilmu sosial mengkaji manusia dalam hubungannya dengan manusia-manusia lainnya, dan ilmu-ilmu kemanusiaan mengkaji manifestasi-manifestasi (eksistensi) kejiwaan manusia.
Ilmu sosial adalah sebuah disiplin ilmu yang didalamnya terdapat ilmu-ilmu yang mempelajari manusia dalam hubungannya dengan manusia-manusia lainnya. Dari ilmu sosial, lahirlah ilmu-ilmu lain yang merupakan cabang dari ilmu sosial seperti ekonomi, sosiologi, sejarah, geografi, psikologi, antropologi, dan lain sebagainya.
Menurut Dadang Supardan, Ilmu Sosial (Social Science) adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan aktivitas sosial dalam kehidupan bersama. Jadi, yang dimaksud ilmu-ilmu sosial adalah kelompok disiplin ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dalam hubungannya dengan sesamanya.
Secara umum ilmu pengetahuan yang termasuk dalam kelompok disiplin ilmu-ilmu sosial adalah sebagai berikut:
- Sosiologi, adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dalam hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat tersebut (interaksi sosial, kelompok sosial, gejala-gejala sosial, organisasi sosial, struktur sosial, proses sosial maupun perubahan sosial.
- Antropologi, adalah studi tentang manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang umat manusia dan perilakunya, dan untuk memperoleh pengertian ataupun pemahaman yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
- Ilmu Geografi, adalah the science of places, concerned with qualities an potentialities of countries (Vidal dela Blache dalam Dadang Supardan. 2008: 227). Dalam pandangan ilmuwan geografi, secara sederhana geografi merupakan disiplin akademik yang terutama berkaitan dengan penguraian dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan kewilayahan dalam distribusi lokasi di permukaan bumi, fokusnya pada lingkungan, tata ruang, dan tempat.
- Ilmu Sejarah, ilmu yang berusaha untuk mendapatkan pengertian tentang segala sesuatu yang telah dialami (termasuk yang diucapkan, dipikirkan, dan dilaksanakan) oleh manusia di masa lampau yang bukti-buktinya masih dapat ditelusuri/diketemukan di masa sekarang.
- Ilmu Ekonomi, adalah ilmu yang menitikberatkan perhatiannya pada masalah pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan tak terbatas sifatnya.
- Psikologi, adalah ilmu mengenai proses perilaku dan proses mental.
- Ilmu Politik, adalah ilmu yang mempelajari masalah-masalah kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat. Masalah-masalah kekuasaan itu menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem yang ada dan melaksanakan apa yang menjadi tujuan.
Ekonomi Sebagai Cabang Ilmu Sosial
Ilmu ekonomi adalah salah satu cabang dari ilmu sosial yang menitikberatkan perhatiannya pada masalah pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan tak terbatas sifatnya. Menurut Samuelson dan Nordhaus (1990: 5), ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tak terbatas dalam mencapai kemakmuran yang diharapkan, dengan memilih penggunaan sumber daya produksi yang sifatnya terbatas.
Sebagai salah satu cabang ilmu sosial, maka dalam objek kajiannya ilmu ekonomi membahas terkait perilaku manusia dalam menjalani kehidupannya untuk memenuhi hasrat kebutuhannya yang tidak terbatas dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki dengan menggunakan alat produksi atau tidak yang sifatnya terbatas.
Berkaitan dengan sistem ekonomi, ada tiga bentuk sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini yaitu:
- Sistem Ekonomi Pasar (Laissez-Faire Economy), merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti konsumsi dan produksi. Perekonomian akan menentukan titik keseimbangan dengan mengandalkan kemampuan pada sistem harga, yaitu tarik menarik antar permintaan dan penawaran. Keseimbangan harga serta jumlah barang dan jasa dalam perekonomian dibimbing oleh sesuatu yang tidak kelihatan (Invisible hand).
- Sistem Ekonomi Terpusat (sistem ekonomi sosialis) atau disebut Command Economy, yaitu sistem ekonomi dimana pemerintah membuat semua kebijakan menyangkut produksi, distribusi, dan konsumsi. Dengan kata lain, dalam sistem ekonomi sosialis yang murni, pemerintah mengatur semua aspek kegiatan ekonomi.
- Sistem Ekonomi Campuran, yaitu gabungan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi campuran, kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan kegiatan ekonomi masih diakui, tetapi pemerintah ikut campur dalam perekonomian sebagai stabilisator ekonomi dengan memberlakukan berbagai kebijakan fiskal dan moneter.
Selain daripada tiga sistem ekonomi yang telah dibahas diatas, ada satu sistem ekonomi lagi yaitu sistem ekonomi Islam. Ekonomi Islam adalah ilmu yang meninjau perilaku manusia dalam upaya mencukupi kebutuhan dengan cara pemenuhan kebutuhan terbatas dala konteks syariah.
Adapun teori ekonomi Islam bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadist. Sedangkan filsafat ekonomi Islam bersumber dari Agama (ad-diin). Selain itu, ekonomi Islam juga membahas dua disiplin ilmu secara bersamaan yaitu ilmu ekonomi (iqtishad) dan fiqh muamalah.
Basis dari kebijakan ekonomi Islam adalah segala sesuatu yang akan menjadi persyaratan bagi implementasi ekonomi Islam, sebagai suatu keharusan. Sebagai sebuah basis, maka eksistensi hal-hal dibawah ini mutlak harus diusahakan, sebab jika tidak maka akan mengganggu optimalitas dan efektivitas implementasi ekonomi Islam. Basis kebijakan ini, yaitu: (1) Penghapusan Riba, (2) Pelembagaan Zakat, (3) Pelarangan Gharar, dan (4) Pelarangan yang Haram.
Ekonomi Serta Korelasinya Terhadap Ilmu Sosial Lainnya
Setelah membahas tentang ilmu ekonomi yang merupakan cabang dari ilmu sosial. Selanjutnya adalah apa korelasinya ilmu ekonomi terhadap cabang ilmu sosial lainnya seperti sejarah, sosiologi, antoprologi, psikologi, politik, sejarah, dan lainnya.
Berdasarkan apa yang sudah dibahas diatas, bahwasannya cabang-cabang dari ilmu sosial tersebut saling berkesinambugan dan satu kesatuan. Dimana objek yang dikaji dalam cabang-cabang ilmu sosial tersebut adalah manusia serta hubungannya dengan manusia lainnya.
Objek material dari studi ilmu-ilmu sosial adalah berupa tingkah laku dalam tindakan yang khas manusia, ia bersifat bebas dan tidak bersifat deterministik, ia mengandung: pilihan, tanggung jawab, makna, pernyataan privata dan internal, konvensi, motif, dan sebagainya. Aktivitas manusia tersebut termasuk berpikir, bersikap, dan berperilaku dalam menjalin hubungan sosial diantara sesamanya dan bersifat kondisionalitas. Dengan kata lain objek tersebut sebagai gejala sosial. Gejala sosial memiliki karakteristik fisik namun diperlukan penjelasan yang lebih dalam untuk mampu menerangkan gejala tersebut, sebab tidak hanya mencakup fisik tetapi juga aspek sosiologi, psikologis, maupun kombinasi berbagai aspek.
Maka, ilmu ekonomi dan ilmu-ilmu lainnya yang merupakan cabang dari ilmu sosial mempunyai keterikatan dalam objek material yang dikajinya, sehingga bisa saling melengkapi satu sama lain, meskipun hal yang berbeda dalam tiap-tiap cabang ilmu sosial adalah metodologis pembahasan dan cakupan kajiannya saja yang berbeda. Selebihnya sama, objeknya yaitu manusia dan hubungannya dengan sesamanya, baik mencakup perilaku, tindakan, pemikiran, dan lain sebagainya.
Kesimpulan
Filsafat mempunyai pengaruh yang signifikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Baik ilmu pengetahun eksakta maupun non eksakta. Salah satu perkembangan filsafat dalam ilmu pengetahuan adalah lahirnya ilmu sosial yang mempelajari hubungan manusia dengan manusia lainnya dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah aspek ekonomi yang menjadi sebuah disiplin ilmu cabang dari ilmu sosial.
Ilmu ekonomi merupakan cabang dari ilmu sosial, dimana ilmu ekonomi mempelajari tentang perilaku manusia dan hubungannya dengan manusia lainnya dalam memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan memanfaatkan sumber daya alam yang langka dan terbatas dengan menggunakan alat produksi ataupun tidak.
Ada tiga sistem ekonomi yang terkenal di dunia, yaitu: sistem ekonomi pasar, sistem ekonomi terpusat, dan sistem ekonomi campuran. Selain daripada itu, ada satu lagi sistem ekonomi yang bisa menjadi sintesis dari tiga sistem ekonomi yang ada yaitu sistem ekonomi Islam. Dimana sistem ekonomi Islam adalah sebuah sistem ekonomi yang sudah lama ada dan sudah lama diterapkan oleh segenap muslim, dimana basis dari kebijakan ekonomi Islam inilah adalah Penghapusan riba, pelembagaan zakat, pelarangan gharar, dan pelarangan yang haram.
Sebagai salah satu cabang ilmu sosial, tentunya ilmu ekonomi mempunyai keterikatan dengan ilmu-ilmu lainnya dari cabang ilmu sosial. Karena objek kajian ataupun objek material dari ilmu-ilmu sosial ini adalah manusia dan perilakunya serta hubungannya dengan manusia lainnya. Meskipun setiap disiplin ilmu dari cabang ilmu sosial mempunyai metodologis dan cakupan kajiannya yang berbeda, tetapi objek yang dikajinya tetap sama yaitu manusia yang mengakut hubungan-hubungannya dengan manusia lainnya.
Referensi
Budiharjo, Miriam. (1986) Dasar-dasar Ilmu Politik. PT. Gramedia.
Hasoloan, Jimmy. (2010) Pengantar Ilmu Ekonomi. Deepublish.
Khusaini, M. (2013) Ekonomi Mikro: Dasar-dasar Teori. Universitas Brawijaya Press.
Koentjaraningrat. (1986) Pengantar Ilmu Antropologi. Aksara Baru.
Latif, Muchtar. (2014) Filsafat Ilmu, Kencana Prenadamedia Group.
Misbach, Irwan. “Tinjauan Ekonomi Islam Sebagai Disiplin Ilmu”, Jurnal El-Iqtishod, Vol. 5 No. 1 Mei 2021.
Mufid, M. (2012) Etika dan Filsafat Komunikasi, Prenada Media.
P3EI UII dan BI. (2015) Ekonomi Islam. PT. Rajagrafindo Persada.
Sabari, John. “Metode Ilmiah Dalam Ilmu-ilmu Sosial”, Jurnal Agastya, Vol. 1, No. 1, Januari 2011.
Supardan, Dadang. (2008) Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. PT Bumi Aksara.
Soekanto, Soerjono. (2006) Sosiologi Suatu Pengantar. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Syamsudin, Helius. (2007) Metodologi Sejarah. Ompak.
